Kadang-kadang kita merasa menjadi orang yang benar ketika Allah terus melimpahkan kesuksesan kepada kita, sementara kita selalu dalam perbuatan maksiat. Kita juga melihat orang miskin, kehidupannya susah namun banyak menimpa ujian kepada mereka. Itu membuat kita semakin merasa kitalah orang-orang yang benar dan dicintai oleh Allah.
Jika Allah terus membiarkan kita mendapatkan kebahagiaan dalam kemaksiatan itu bukan berarti Allah menyayangi kita. Kita harus menyadari itu bahwa Allah telah tidak memperdulikan kita lagi, kasih sayang Allah kepada kita sudah tidak ada lagi. Hal semacam itu dinamakan Istidraj, membiarkan kita menikmati kebahagiaan dan kesuksesan dalam kemaksiatan.
Allah SWT berfirman:
فَلَمَّا نَسُوْا مَا ذُكِّرُوْا بِهٖ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ اَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ ۗ حَتّٰٓى اِذَا فَرِحُوْا بِمَاۤ اُوْتُوْۤا اَخَذْنٰهُمْ بَغْتَةً فَاِذَا هُمْ مُّبْلِسُوْنَ
"Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu (kesenangan) untuk mereka. Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam putus asa."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 44)
Rasullulah s. a. w. bersabda :”Apabila kamu melihat bahawa Allah Taala memberikan nikmat kepada hambanya yang selalu membuat maksiat(durhaka), ketahuilah bahawa orang itu telah diistidrajkan oleh Allah SWT.”(HR At-Tabrani, Ahmad dan Al-Baihaqi)
Diantara berbagai macam tanda bahwa kita telah terjebak dalam Istidraj adalah keimanan kita semakin hari semakin turun namun harta kita tidak pernah berkurang, malah semakin bertambah. Ibadah sering kita abaikan namun kesuksesan semakin menghampiri kita, baik melalui kedudukan maupun jabatan yang tinggi. Harta kita semakin bertambah melalui kemaksiatan.
Tanda yang lain bahwa kita terjebak dalam Istidraj adalah Allah jarang memberikan kita musibat sakit, semakin gencar kita mencari kekayaan maka kita juga merasa semakin kuat. Jika tanda-tanda diatas telah terjadi pada kita maka kita harus segera sadar. Itu semua terjadi akibat kesalahan kita sendiri yang telah mengabaikan perintah-perintah dan malah kita melakukan perbuatan-perbuatan yang dilarang-Nya.
Allah tidak akan membiarkan kita dalam perbuatan-perbuatan sesat tersebut jika itu bukan kemauan kita sendiri. Semoga Allah selalu melindungi kita dari jebakan Istidraj.
0 Comments