Yang Wajib Jadi Mubah, Yang Mubah Jadi Sunnah, Begitulah Kelihatannya
Umur dunia semakin hari semakin sempit, semakin mendekati dengan yang namanya "yaumil akhir". Setiap insan muslim dan muslimat yang beriman kepada rukun iman tentunya mempercayai hari akhir itu pasti datang sebagaimana tersebutkan dalam rukun iman yang kelima yang bunyinya "percaya pada hari akhir". Pada hari itu setiap manusia akan dikumpulkan dan akan diminta pertanggungjawabannya atas apa yang telah mereka lakukan semasa hidup di dunia yang fana ini.
Ironisnya, mereka yang sudah tau hari akhir itu pasti ada namun mereka masih lalai dan bahkan sama sekali tidak mempersiapkan bekal untuk dibawa pada hari tersebut. Bekal yang dimaksud disini yaitu amal-amal ibadah yang mestinya dilakukan. Minimal ibadah-ibadah wajib seperti shalat, puasa dan bayar zakat. Jika kita lihat dari aktivitas insan sekarang ini seolah-olah shalat, baik shalat jum'at atau shalat lima waktu dan puasa tidaklah wajib hukumnya. Padahal shalat itu adalah amal yang pertama kali dihisap dihari akhir nanti.
Pada beberapa jum'at yang lalu waktu saya berjalan menuju mesjid saya melihat ada seorang laki-laki yang tiap memasuki waktu jum'at selalu berjualan sayur-mayur kepada ibu-ibu yang dikampung. Padahal jual-beli itu hukumnya mubah sebagaimana disebutkan dalam kitab suci al-qur'an.
Allah SWT berfirman:
...وَاَحَلَّ اللّٰهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبٰوا ۗ ...
"Padahal, Allah telah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 275)
Namun jika memasuki waktu shalat jum'at maka itu menjadi haram. Pada waktu itu setiap insan khususnya kaum adam diperintahkan untuk melaksanakan shalat jum'at.
Allah SWT berfirman:
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِذَا نُوْدِيَ لِلصَّلٰوةِ مِنْ يَّوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا اِلٰى ذِكْرِ اللّٰهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ۗ ذٰ لِكُمْ خَيْرٌ لَّـكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan sholat pada hari Jum'at, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (QS. Al-Jumu'ah 62: Ayat 9)
Jika bulan ramadhan tiba, puasa pun hukumnya seperti menjadi sunnah bahkan mubah, padahal puasa itu hukumnya wajib. Salah satu nilai-nilai keislaman seseorang adalah melaksanakan puasa ramadhan seperti tersebutkan dalam rukun Islam yang ketiga. Dalam al-qur'an pun Allah telah menyebutkan bahwa puasa itu hukumnya wajib.
Allah SWT berfirman:
يٰٓـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْکُمُ الصِّيَامُ کَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِکُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa," (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 183)
Namun kenyataannya juga berbanding terbalik dari hukum yang telah Allah tetapkan. Banyak insan pada bulan ramadhan baik kaum muda maupun tua mengabaikan ibadah puasa dengan alasan bekerja, jika berpuasa mereka beralasan tidak kuat dalam bekerja. Padahal bekerja itu tidaklah wajib, tapi puasalah yang wajib. Manusia pada bulan ramadhan diperintahkan untuk banyak-banyak beribadah kepada Allah. Bekal untuk menghadapi bulan ramadhan sebaiknya dipersiapkan pada sebelas bulan lainnya selain bulan ramadhan.
Banyak insan sekarang ini yang sibuk mempersiapkan bekal dunianya, namun mengabaikan bekal untuk menuju akhirat. Padahal dunia ini bersifat fana, akhiratlah hakikat kehidupan sebenarnya. Hakikat dunia bukanlah tempat singgahan. Dunia adalah tempat perantauan untuk mempersiapkan bekal menuju akhirat kelak.
0 Comments