EKONOMI SYARIAH KALAH? SALAH SIAPA?
Ekonomi syariah merupakan sebuah ilmu yang sedang hangat-hangatnya didiskusikan oleh banyak pihak saat ini. Ekonomi syariah bukanlah suatu ilmu ataupun sistem perekonomian yang baru lahir di hadapan era Revolusi Industri 4.0 saat ini. Sebenarnya sistem ekonomi syariah sudah lama dipraktek dan suskes pada masa kejayaan dahulu baik pada masa Rasulullah, sahabat maupun masa-masa kejayaan kerajaan Islam. Namun setelah itu cukup lama penerapan ekonomi syariah ditenggelamkan oleh sistem ekonomi kapitalis dan ekonomi sosialis. Oleh karena itu muncul pertanyaan seperti ini: apakah betul ekonomi syariah itu kalah? atau apakah sistem ekonomi syariah itu tidak bisa disesuaikan dengan perkembangan zaman?
Menurut penulis, ekonomi syariah tidaklah kalah bersaing dengan sistem ekonomi kapitalis maupun sosialis. Malah ekonomi syariah sekarang ini menjadi obat bagi perekonomian dunia dikarenakan gagalnya penerapan ekonomi kapitalis dan sosialis untuk pemerataan pendistribusian dalam masyarakat. Penerapan sistem ekonomi kapitalis dan sosialis hanya akan menguntungkan pihak-pihak tertentu saja sehingga gap antara masyarakat miskin dengan para konglomerat semakin semakin jauh dan semakin besar. Contoh tersebut tidaklah jauh-jauh bisa kita lihat, negara kita Indonesia tercinta ini meruapakan salah satu contoh kegagalan penerapan sistem ekonomi kapitalis dan sosialis. Seperti kita ketahui besama bahwa negara Indonesia merupakan negara penganut sistem ekonomi pancasila yaitu campuran dari sistem ekonomi kapitalis dan sosialis. Walaupun sudah memadukan antara sistem ekonomi kapitalis dan sosialis, nyatanya masyaarakat miskin Indonesia masih sangat banyak.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2019 yaitu sebanyak 25,14 juta atau 9,41 persen dari total jumlah penduduk Indonesia. Jumlah tersebut merupakan suatu permasalah karena telihat sangat besar mengingat negara kita Indonesia tercinta merupakan salah satu negara dengan Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar di dunia. Dana Moneter Internasional (IMF) merilis nilai Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2019 sebesar US$ 3,55 Trilliun dan berada pada posisi tujuh besar dunia, bahkan dalam masalah PDB Indonesia mampu mengalahkan negara-negara maju seperti Britania Raya dan Prancis yang berada pada posisi Sembilan dan sepulu besar dunia. Tapi seperti yang telah disebutkan di atas jumlah penduduk miskin masih saangat lah besar. Itu menunjukkan bahwa GAP antara orang-orang kaya dengan miskin sangatlah jauh, yang kaya semakin kaya sedangkan yang miskin semakin miskin. Itu juga menunjukkan bahwa sistem ekonomi kapitalis dan sosialis gagal mensejahterakan masyarakat secara keseluruhan.
Kembali ke isu yang akan kita bahas, apakah ekonomi syariah itu kalah? sekali lagi penulis mengatakan “ekonomi syariah tidak kalah”. Di Indonesia sekarang ini sedang marak-maraknya berbagai macam pihak atau lembaga membahas isu penerapan ekonomi syariah di Indonesia kedepannya. Tidak hanya di Indonesia, negara-negara dibelahan dunia lainnya juga sudah mulai melirik dengan sistem perekonomian syariah. Itu menunjukkan bahwa ekonomi syariah tidaklah kalah, namun bahkan menjadi obat bagi perekonomian dunia.
Tapi dengan pendapat penulis ekonomi syariah tidaklah kalah bukan juga berarti ekonomi syariah tidak punya tantangan. Untuk mewujudkan penerapan sistem ekonomi syariah yang sempurna tentunya juga akan menghadapi berbagai macam tantangan. Salah satu tantangan yang terbesar adalah tidak percayanya masyarakat terhadap ekonomi syariah, kenapa masyarakat tidak yakin dengan ekonomi syariah? karena mereka sudah dibutakan mata hatinya dengan sistem ekonomi kapitalis dan sosialis. Hal itu artinya bahwa untuk dapat mewujudkan penerapan sistem ekonomi syariah secara sempurna yang pertama harus dilakukan yaitu harus adanya sosialisasi ilmu ekonomi syariah keseluruh penjuru masyarakat, terutama harus mampu mengubah pandangan umat Islam itu sendiri.
Untuk mengembangkan ekonomi syariah sudah seharusnya dimulai oleh masyarakat yang muslim duluan atau suatu komunitas Islam yaitu oleh sebuah negera dengan penduduk yang mayoritas Islam. Jika yang menggerakkan itu dimulai oleh masyarakat Islam itu sendiri lebih mudah, karena ekonomi syariah itu menggunakan sistem keyakinan dalam ajaran Islam. Karena tidak semua masyarakat muslim mengetahui bagaimana seluk beluk sistem ekonomi syariah itu, maka sudah tugasnya pihak-pihak yang menggeluti ekonomi syariah untuk mensosialisasikan kepada kalangan masyarakat, terutama jika pemerintah memang ingin serius dengan sistem ekonomi syariah di Indonesia maka pemerintah sudah saatnya sekarang untuk menjelaskan ke seluruh pelosok masyarakat. Sekarang ini yang menggeluti ilmu ekonomi syariah hanya sebagian orang saja dan mahasiswa-mahasiswa yang mengambil studi ekonomi syariah, jadi kebanyakan masyarakat awam tidak paham dengaan sistem ekonomi syariah itu sendiri sehingga menganggap ekonomi syariah itu sama saja dengan ekonomi kapitalis ataupun sosialis, bahkan kebbanyakan masyarakat menganggap ekonomi itu sama semua.
Seperti yang penulis sebutkan di atas alangkah baiknya ekonomi syariah itu dikembangnya duluan oleh negara-negara dengan mayoritas penduduk muslim. Namun sayang beribu sayang, negara-negara dengan penduduk mayoritas beragama Islam negaranya sangat lemah dalam penguasaan teknologi dan masih sangat lemah dalam hal perpolitikan. Untuk menciptakan sebuah sistem perekonomian yang kuat tentunya SDM yang menggerakkan sistem perekonomian itu juga harus handal dalam hal teknologi. Apalagi diera revolusi industry 4.0 ini semuanya serba digital atau berbasis teknologi.
Jadi inti yang ingin penulis sampaikan dalam tulisan ini yaitu ekonomi syariah tidaklah kalah. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan supaya kita bisa menunjukkan bahwa sistem ekonomi syariah itu merupakan solusi bagi hiruk pikuknya sistem ekonomi dunia saat ini yang menganut sistem kapitalis dan sosialis. Harus adanya sosialisasi atau pengenalan ekonomi syariah ke masyarakat-masyarakat terutama yang muslim supaya kita sama-sama bisa mengembangkan ekonomi syariah. Hal yang mendasar bisa masyarakat lakukan dalam pengembangan ekonomi syariah adalah dengan membuka tabungan dan menabung di bank syariah. Seperti kita ketahui bersama bahwa perbankan memiliki peran yang sangat penting dalam roda pertumbuhan ekonomi, karena hal yang sangat mudah msayarakat lakukan adalah dengan membuka akun tabungan syariah. Dengan tumbuhnya berkembangannya lembaga keuangan perbankan syariah akan menjadi langkah awal bagi berkembang dan bangkitnya ekonomi syariah. Hal selanjutkan yang harus dipersiapkan yaitu pemerintah harus menyiapkan SDM yang akan menjadi ekonom-ekonom yang profesional dalam permaslahan ekonomi syariah. Selain itu kita juga harus menyiapkan generasi yang ataupun SDM yang handal dalam ilmu teknologi, karena teknologi juga sangat memiliki peraan penting untuk pertumbuhan perekomian.
Ayo generasi muda calon-calon ekonom rabbani, mari sama-sama kita dalami ilmu ekonomi syariah dan kita tunjukkan bahwa ekonomi syariah kembali hadir sebagai solusi permasalahan ekonomi dunia saat ini. Ekonomi syariah merupakan sistem ekonomi yang menciptakan keadilan bagi seluruh bangsa. Tidak ada yang harus disalahkan, akan tetapi marilah kita bangkit bersama untuk mewujudkan sistem ekonomi yang berkeadilan bagi seluruh pelosok masyarakat. Ekonomi syariah bisa! Ekonomi syariah bisa! Ekonomi syariah bisa!

0 Comments