PANDANGAN ISLAM TERHADAP HARTA DAN EKONOMI
Menurut ajaran Islam, sumber daya alam yang terdapat di muka bumi ini tidak terbatas. Allah SWT menciptakan alam semesta berserta segala isinya dengan jumlah yang tidak dapat dihitung. Sumber kekayaan alam di bumi tidaklah terbatas. Akan tetapi untuk mendapatkan ciptaan-Nya ada yang dapat dinikmati secara langsung, ada juga yang butuh kerja keras untuk bisa memperolehnya. Manusia memerlukan ilmu untuk dapat memperoleh kekayaan yang ada di alam semesta. Sumber daya alam yang terdapat di bumi tidak terbatas, namun yang terbatas adalah ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh manusia, sehingga manusia tidak mampu mendapatkan segala sumber daya alam yang terdapat di bumi karena keterbatasan ilmunya. Firman Allah dalam Q.S al-Baqarah ayat 29 yang artinya:
“Dialah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit, dan Dia Maha mengetahui segala sesuatu” (Q.A al-Baqarah:29)
Pandangan Islam Terhadap Kepemilikan
Dasar kepemilikan atas segala sesuatu yang ada di dunia ini adalah mutlak milik Allah SWT, termasuk harta benda, hasil bumi, kekayaan alam, dan semua sumber daya alam ini adalah milik Allah SWT. Manusia hanya mengemban amanah atas segala kekayaan dan segala sesuatu yang ada di bumi ini. Kekayaan yang dimiliki oleh manusia hanya bersifat sementara yang dimanfaatkan sesuai dengan amanat-Nya. Ketika manusia meninggal dunia maka tidak ada satupun harta kekayaan dibawa bersamanya, melainkan ditinggalkannya didunia. Harta yang dimiliki oleh manusia semasa di dunia wajib dizakati jika telah mencapai syarat dan ketentuannya, karena diantara harta tersebut ada hak-hak orang lain. Seperti hak untuk orang fakir dan miskin.
Pandangan Islam Terhadap harta
Pada umumnya manusia lebih mementingkan untuk memperoleh kesejahteraan di dunia dibandingkan dengan mendapatkan kebahagiaan di akhirat. manusia lebih mengejar kehidupan dunia dibandingkan dengan kehidupan akhirat, padahal kehidupan di dunia ini hanyalah bersifat sementara. Kehidupan di dunia diibaratkan seperti orang singgah sebentar untuk minum, itu hanya sebentar jika dibandingkan dengan kehidupan akhirat.
Status harta yang dimiliki oleh manusia yaitu:
a. Harta merupakan amanah dari Allah SWT.
Harta yang dimiliki oleh manusia pada dasarnya adalah amanah dari Allah untuk bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. Harta yang diperoleh harus dijaga dan digunakan sesuai dengan ajaran syariat Islam. Untuk mendapatkan harta manusia harus bekerja keras untuk kepentingan agama. Manusia dapat memanfaatkan harta yang dimilikinya di jalan Allah SWT. Bumi beserta isinya merupakan amanah dari Allah kepada manusia, dimana manusia merupakan khalifah di muka bumi dan dapat memanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan umat manusia. Sesuai dengan ajaran syariat Islam, manusia harus mendapatkan harta secara halal dan digunakan pada jalan yang halal pula.
b. Harta merupakan perhiasan hidup di dunia.
Harta merupakan perhiasan dalam hidup manusia. Allah menganugerahkan harta kepada manusia agar manusia melakukan suatu kebaikan dengan harta yang dimilikinya. Manusia hanya bisa menggunakan harta secara tidak berlebihan, seperti perhiasan. Meskipun manusia memiliki perhiasan yang sangat banyak maka itu tidak mungkin bisa digunakan semuanya secara bersamaan. Manusia cendrung memiliki sifat untuk menguasai dan menikmati semua harta yang dimilikinya. Sebagai perhiasan hidup, manusia sering menggunakan harta sebagai bahan untuk menyombongkan diri, keangkuhan dan kebanggaan. Sifat-sifat tercela tersebut sehingga membuat manusia lupa bahwasanya harta yang dimilikinya itu hanya titipan dari Allah SWT, dan harta tersebut bersifat sementara. Allah SWT bisa kapan saja mengambilnya kembali.
c. Harta merupakan ujian keimanan manusia selama di dunia.
Harta merupakan ujian bagi manusia. Manusia diuji oleh Allah SWT mengenai bagaimana cara mendapatkan harta dan kemana harta tersebut dipergunakan. Manusia akan dimintakan pertanggungjawaban pada hari perhitungan atas semua harta yang dimilikinya mengenai bagaimana pemanfaatan harta tersebut.
d. Harta merupakan bekal ibadah kepada Allah SWT.
Harta bukan hanya bisa digunakan untuk kepentingan dunia saja. Untuk urusan ibadah manusia juga memerlukan harta. Tanpa harta manusia akan kesulitan untuk menjalankan ibadahnya. Contoh butuh harta dalam beribadah yaitu dalam hal menunaikan zakat, menunaikan ibadah haji, berinfak dan bersedekah. Tanpa memiliki harta maka manusia akan kesulitan melakukan hal-hal tersebut.

1 Comments
🤝
ReplyDelete